GURU
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru :
1. Kompetensi Paedagogik, adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir a). Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menguasi manajemen kurikulum, mulai dari merencanakan perangkat kurikulum, melaksanakan kurikulum, dan mengevaluasi kurikulum, serta memiliki pemahaman tentang psikologi pendidikan, terutama terhadap kebutuhan dan perkembangan peserta didik agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan berhasil guna.
2. Kompetensi Personal, adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir b). Artinya guru memiliki sikap kepribadian yang mantap, sehingga mampu menjadi sumber inspirasi bagi siswa. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang patut diteladani, sehingga mampu melaksanakan tri-pusat yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. (di depan guru member teladan/contoh, di tengah memberikan karsa, dan di belakang memberikan dorongan/motivasi).
3. Kompetensi Profesional, adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir c). Artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas berkenaan dengan bidang studi atau subjek matter yang akan diajarkan serta penguasaan didaktik metodik dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoretis, mampu memilih model, strategi, dan metode yang tepat serta mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Guru pun harus memiliki pengetahuan luas tentang kurikulum, dan landasan kependidikan.
4. Kompetensi Sosial, adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d). Artinya ia menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama teman guru, dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas.
IT PROGRAMMER
Programmer adalah profesi yang bertugas untuk membuat sebuah program melalui bantuan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan melalui otomasi dengan bantuan perangkat lunak atau software. Tugas inti dari seorang programmer sama seperti tugas sebuah program itu sendiri. Sebuah program itu didesain dan dikembangkan agar mampu membatu manusia sebagi pengguna (user) dalam mengatasi kegiatan kesehariannya. Jadi, tugas seorang programmer komputer adalah menolong manusia menyelesaikan kegiatan sehari-harinya dengan bantuan komputer.
Kemampuan yang harus dimiliki seorang Programmer :
1. Memahami kode sumber sebuah program, dari yang sederhana hingga relatif kompleks, adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang programmer.
2. Implementasi sebuah algoritma yang memodifikasi sebentuk struktur data dalam sebuah program dapat kita adaptasikan ke dalam program yang kita buat sendiri dengan konteks dan struktur data yang sama sekali berbeda.
3. Melanjutkan pengelolaan, menyesuaikan, mengembangkan dan (bila perlu) merombaknya untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan pengguna tanpa mengorbankan kemudahan perawatan di masa mendatang.
4. Memiliki kemampuan sebagaimana dijelaskan dalam point 1. dan 2. untuk program yang ditulis dan didokumentasikan oleh programmer lain.
5. Membaca program untuk memperkaya perkakas yang dimiliki seorang programmer untuk memecahkan masalah.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Network Administrator :
Staf sales merupakan ujung tombak untuk mendatangkan pendapatan bagi perusahaan. Hal ini menjadikan sales menjadi posisi penting bagi perusahaan. Karena pentingnya posisi sales, maka perusahaan harus mencari dan mendapatkan sales yang benar-benar memiliki keahlian seorang sales.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sales :
1. Keahlian konseptual, seorang sales harus bisa berpikir secara keseluruhan. Sales harus mengerti kesinambungan antara produk perusahaan, mengerti target pelanggan, mengerti kebutuhan pelanggan secara khusus, mengerti bagaimana proses pembelian dari setiap pelanggan. Dari informasi kesinambungan ini, sales dapat membuat perencanaan, membuat presentasi dan menyampaikan presentasi kepada pelanggan sesuai dengan informasi-informasi yang berhasil dikelola.
2. Kemampuan Interpersonal, sales akan berhubungan dengan pihak-pihak calon pembeli. Sales akan berhadapan orang lain dengan berbagai tipe dan jabatan. Sales juga akan mengkoordinasikan antara pihak-pihak perusahaan dengan pelanggan. Dengan demikian kemampuan interpersonal skill merupakan keharusan bagi seorang sales.
3. Kemampuan secara teknis, sales akan membuat presentasi dan kemungkinan akan melakukan demo suatu produk.Dalam melakukan presentasi dia harus menguasai komputer dan juga program yang digunakan dalam presentasi. Jadi seorang sales harus menguasai teknik penggunaan komputer dan menguasai software yang digunakan. Tentu saja ada hal-hal terkait kemampuan menggunakan komputer yang di luar kemampuannya.Sales juga mungkin melakukan demo mengenai produk perusahaan. Saat melakukan demo, tentu ada pengetahuan teknis tertentu yang harus dia kuasai. Ada bagian yang wajib diketahui sales, ada bagian yang wajib dikuasai teknila support.
DOKTER
Dokter adalah seseorang dengan gelar dokter atau seseorang yang memiliki lisensi untuk praktik dalam seni penyembuhan penyakit. Istilah Dokter dalam konteks medis, ialah semua profesional medis dengan gelar dokter (dr.) dan spesialis (Sp.) atau berbagai gelar lainnya. Berbagai profesi yang dapat dikaitkan dengan dokter antara lain ialah dokter, psikolog, ilmuwan biomedis, dokter gigi, atau dokter hewan.
Kompetenasi yang harus dimiliki seorang dokter :
1. Keterampilan komunikasi efektif, mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan nonverbal dengan pasien semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega, dan profesi lain.
2. Keterampilan klinik dasar, melakukan prosedur klinis dalam menghadapi masalah kedokteran sesuai dengan kebutuhan pasien dan kewenangannya.
3. Keterampilan landasan ilimiah ilmu kedokteran, mengidentifikasi, menjelaskan, dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran-kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.
4. Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan, mengelola masalah kesehatan individu, keluarga, maupun masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan primer.
5. Keterampilan mengelola informasi, mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemamputerapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer.
6. Mawas diri dan mengembangkan diri, melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasannya; mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya; belajar sepanjang hayat; merencanakan, menerapkan, dan memantau perkembangan profesi secara sinambung.
7. Menjunjung tinggi etika, moral, medikolegal dan profesionalisme serta keselamatan pasien, berprilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan; bermoral dan beretika serta memahami isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran; menerapkan program keselamatan pasien.
JURNALIS
Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet.Seorang jurnalis tak hanya harus mampu merangkai kata-kata indah,
tetapi dituntut untuk menguasai pengetahuan dalam segala bidang dan kemampuan berteknologi.
Kemampuan-kemampuan di luar tulis-menulis itulah yang harus diperlukan.
Agar jurnalis sebagai penyampai pesan mampu menyampaikan pesan tersebut dengan baik dan benar.Tetapi nyatanya, tak semua jurnalis dapat mumpuni dalam segala keahlian. Padahal jika merunut pada perkembangan teknologi dan komunikasi dewasa ini, seorang jurnalis dituntut untuk menguasai hal-hal tersebut.Tidak hanya jurnalis cetak dan elektronik, jurnalis generasi baru yakni jurnalis online pun perlu memiliki keahlian-keahlian serupa sebagai penunjang profesi.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seroang jurnalis :
1. Writing dan Edting Scripts, Jurnalis harus mampu menulis dan mengedit suatu naskah pemberitaan.
2. Project Managemet, Sebagai seorang jurnalis harus mampu mengatur redaksi pers, seperti : jadwal liputan dll.
3. Blogging, Seorang jurnalis harus menguasai teknik blogging, bagi jurnalis online teknik blogging salah satu hal yang paling penting.
4. User interface desaign/photo shooting, Penguasaan teknologi keahlian paling penting bagi jurnalis. Seperti : mampu mendesain dan produksi foto dan gambar.
5. Video Production, Jurnalis pun perlu penguasaan terhadap produksi video
6. Staff Organization/Adiministration, Kesekretariatan atau persuratan hal lain yang perlu dikuasai jurnalis.
7. Story Combaining, Mampu meringkas naskah cerita, berita dllnya.
8. Reporting and Writing Original Story, Karya jurnalistik seorang jurnalis, harus asli tidak boleh melakukan plagiat.
9. Photo/Image Editing, Jurnalis perlu menguasai teknik pengeditan foto dan gambar.
PENULIS
Penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis, atau menciptakan suatu karya tulis.Menulis adalah kegiatan membuat huruf (angka) menggunakan alat tulis di suatu sarana atau media penulisan, mengungkapkan ide, pikiran, perasaan melalui kegiatan menulis, atau menciptakan suatu karangan dalam bentuk tulisan.Karya tulis bisa berupa karya tulis ilmiah: penelitian, makalah, jurnal; tulisan jurnalistik:artikel, opini, feature; sastra atau fiksi (termasuk prosa, novel, cerpen, puisi). Format tulisan penerbit berupa media cetak:buku, majalah, tabloid, koran; media on-line/internet: (website, blog; media jejaring sosial: facebook, twitter, google plus dan sebagainya.Padanan istilah penulis adalah pengarang, penggubah, prosais, pujangga, sastrawan. Berpadan kata pula dengan pencatat, carik (Jawa), dabir (arkais), juru tulis, katib (Arab), kerani, klerek (arkais), panitera, sekretaris, setia usaha. Pelukis dan penggambar kadangkala juga dimasukkan sebagai padan kata penulis.
Kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang penulis:
1. Kemampuan keilmuan, artinya penulis harus menguasai disiplin ilmu yang menjadi landasan penulisan.
2. Kekayaan wawasan, artinya ia harus mempunyai pengetahuan penyangga yang bersifat multi disiplin. Hal ini akan terkait dengan pengembangan visi tulisan,hubungan antarfenomena yang bersifat multi disiplin, dan pengayaan terhadap perspektif persoalan yang sedang ditullis.
3. Kepekaan terhadap pengembangan persoalan, yaitu kemampuan penulis dalam membaca perkembangan persoalan yang ditulis, terutama yang menyangkut perspektif kekinian (baca:aktualisasi) dan predisinya pada masa yang akan datang. Kepekaan ini umumnya terkait langsung dengan pengalaman dan intuisi.
4. Kemampuan mengembangkan argumentasi, yakni kemampuan mengembangkan wacana yang berdasar pada daya kritis dan logika yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
5. Memiliki konsistensi pemikiran, yakni penulis harus mampu mengendalikan persoalan yang dibahas dalam batas yang telah ditentukan atau yang difokuskan. Hal ini terkait dengan konsistensi pengebangan persoalan, pengumpulan bukti-bukti yang dijadikan landasan teori yang digunakan. Dengan demikian, alur pengkajian tidak akan berkembang keluar jalur yang telah dirumuskan. Yang terpenting adalah mengusahakan agar semua evidensi yang dijadikan landasan argumentasi memiliki keterkaitan satu sama lainya, saling menopang serta memperkuat.
6. Kemampuan untuk menciptakan koherensi, yakni semua fekta dan evidensi harus koheren dengan pengalaman-pengalaman manusia atau pandangan dan sikap yang berlaku.
7. Kemampuan dalam berbahasa akademik, yakni penguasaan kaidah bahasa Indonesia yang meliputi tata bahasa (struktur), diksi, ejaan dan aplikasinya dalam tulisan (dan juga forum ilmiah) agar gagasan yang disampaikan dalam tulisannya sesuai dengan dimaksudkannya dan dapat dipahami oleh pembaca dengan benar.
Guru adalah pendidik dan pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru-guru seperti ini harus mempunyai semacam kualifikasi formal. Dalam definisi yang lebih luas, setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru dapat juga dianggap seorang guru.Secara formal, guru adalah seorang pengajar di sekolah negeri ataupun swasta yang memiliki kemampuan berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus sarjana, dan telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai guru berdasarkan undang-undang guru dan dosen yang berlaku di Indonesia.
Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru :
1. Kompetensi Paedagogik, adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. (Standar Nasional Pendidikan, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir a). Artinya guru harus mampu mengelola kegiatan pembelajaran, mulai dari merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran. Guru harus menguasi manajemen kurikulum, mulai dari merencanakan perangkat kurikulum, melaksanakan kurikulum, dan mengevaluasi kurikulum, serta memiliki pemahaman tentang psikologi pendidikan, terutama terhadap kebutuhan dan perkembangan peserta didik agar kegiatan pembelajaran lebih bermakna dan berhasil guna.
2. Kompetensi Personal, adalah kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir b). Artinya guru memiliki sikap kepribadian yang mantap, sehingga mampu menjadi sumber inspirasi bagi siswa. Dengan kata lain, guru harus memiliki kepribadian yang patut diteladani, sehingga mampu melaksanakan tri-pusat yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantoro, yaitu Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. (di depan guru member teladan/contoh, di tengah memberikan karsa, dan di belakang memberikan dorongan/motivasi).
3. Kompetensi Profesional, adalah kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir c). Artinya guru harus memiliki pengetahuan yang luas berkenaan dengan bidang studi atau subjek matter yang akan diajarkan serta penguasaan didaktik metodik dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoretis, mampu memilih model, strategi, dan metode yang tepat serta mampu menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran. Guru pun harus memiliki pengetahuan luas tentang kurikulum, dan landasan kependidikan.
4. Kompetensi Sosial, adalah kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. (SNP, penjelasan Pasal 28 ayat 3 butir d). Artinya ia menunjukkan kemampuan berkomunikasi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama teman guru, dengan kepala sekolah bahkan dengan masyarakat luas.
Ki Hadjar Dewantara merupakan salah satu guru legendaris di Indonesia.
Programmer adalah profesi yang bertugas untuk membuat sebuah program melalui bantuan bahasa pemrograman yang dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan melalui otomasi dengan bantuan perangkat lunak atau software. Tugas inti dari seorang programmer sama seperti tugas sebuah program itu sendiri. Sebuah program itu didesain dan dikembangkan agar mampu membatu manusia sebagi pengguna (user) dalam mengatasi kegiatan kesehariannya. Jadi, tugas seorang programmer komputer adalah menolong manusia menyelesaikan kegiatan sehari-harinya dengan bantuan komputer.
Kemampuan yang harus dimiliki seorang Programmer :
1. Memahami kode sumber sebuah program, dari yang sederhana hingga relatif kompleks, adalah keterampilan yang harus dimiliki oleh seorang programmer.
2. Implementasi sebuah algoritma yang memodifikasi sebentuk struktur data dalam sebuah program dapat kita adaptasikan ke dalam program yang kita buat sendiri dengan konteks dan struktur data yang sama sekali berbeda.
3. Melanjutkan pengelolaan, menyesuaikan, mengembangkan dan (bila perlu) merombaknya untuk menyesuaikan program dengan kebutuhan pengguna tanpa mengorbankan kemudahan perawatan di masa mendatang.
4. Memiliki kemampuan sebagaimana dijelaskan dalam point 1. dan 2. untuk program yang ditulis dan didokumentasikan oleh programmer lain.
5. Membaca program untuk memperkaya perkakas yang dimiliki seorang programmer untuk memecahkan masalah.
Linus Torvalds merupakan creator Linux Kernel dan dialah yang menciptakan Linux.
IT NETWORK ADMINISTRATOR
Network Administrator bertugas untuk menghandle jaringan dan system dan
sebuah jenis pekerjaan yang banyak dibutuhkan saat ini terutama pada
perusahaan/instansi yang telah mengimplementasikan teknologi komputer
dan internet untuk menunjang pekerjaan.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang Network Administrator :
1. Pengetahuan dasar tentang komputer teori maupun praktek, hal ini sangat
penting karena tidak mungkin menjadi seorang administrator jaringan
komputer namun bagaimana kerja sistem komputer sendiri tidak dikuasai
dengan baik.
2. Pengetahuan tentang berbagai perangkat keras jaringan komputer seperti ;
repeater, hub, switch, router, antena, kabel dan berbagai perangkat
pendukung lainnya, pemahaman meliputi cara kerja, pemasangan dan
konfigurasi.
3. Pemahaman tentang routing teori maupun konfigurasi harus di kuasai
dengan baik agar mampu membangun jaringan dengan baik hal ini sangat
diperlukan terutama jika komputer ataupun sub organisasi perusahaan
sangat banyak.
4. Pengetahuan tentang sistem keamanan komputer terutama jaringannya (
network security ) akan sangat membantu dan memberikan nilai lebih.
5. Selain kemampuan teori maupun praktek yang harus dikuasai dengan baik
hal lain adalah memiliki etika profesional, tanpa etika dan sikap
seorang profesional yang baik maka semua kemampuan teori maupun praktek
yang dikuasai tidak akan berarti banyak.
memahami konsep sistem operasi
6. Database. setidaknya mengetahui konsepnya dan SQL CRUID (create,update, insert,delete).
SALES
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang sales :
1. Keahlian konseptual, seorang sales harus bisa berpikir secara keseluruhan. Sales harus mengerti kesinambungan antara produk perusahaan, mengerti target pelanggan, mengerti kebutuhan pelanggan secara khusus, mengerti bagaimana proses pembelian dari setiap pelanggan. Dari informasi kesinambungan ini, sales dapat membuat perencanaan, membuat presentasi dan menyampaikan presentasi kepada pelanggan sesuai dengan informasi-informasi yang berhasil dikelola.
2. Kemampuan Interpersonal, sales akan berhubungan dengan pihak-pihak calon pembeli. Sales akan berhadapan orang lain dengan berbagai tipe dan jabatan. Sales juga akan mengkoordinasikan antara pihak-pihak perusahaan dengan pelanggan. Dengan demikian kemampuan interpersonal skill merupakan keharusan bagi seorang sales.
3. Kemampuan secara teknis, sales akan membuat presentasi dan kemungkinan akan melakukan demo suatu produk.Dalam melakukan presentasi dia harus menguasai komputer dan juga program yang digunakan dalam presentasi. Jadi seorang sales harus menguasai teknik penggunaan komputer dan menguasai software yang digunakan. Tentu saja ada hal-hal terkait kemampuan menggunakan komputer yang di luar kemampuannya.Sales juga mungkin melakukan demo mengenai produk perusahaan. Saat melakukan demo, tentu ada pengetahuan teknis tertentu yang harus dia kuasai. Ada bagian yang wajib diketahui sales, ada bagian yang wajib dikuasai teknila support.
DOKTER
Dokter adalah seseorang dengan gelar dokter atau seseorang yang memiliki lisensi untuk praktik dalam seni penyembuhan penyakit. Istilah Dokter dalam konteks medis, ialah semua profesional medis dengan gelar dokter (dr.) dan spesialis (Sp.) atau berbagai gelar lainnya. Berbagai profesi yang dapat dikaitkan dengan dokter antara lain ialah dokter, psikolog, ilmuwan biomedis, dokter gigi, atau dokter hewan.
Kompetenasi yang harus dimiliki seorang dokter :
1. Keterampilan komunikasi efektif, mampu menggali dan bertukar informasi secara verbal dan nonverbal dengan pasien semua usia, anggota keluarga, masyarakat, kolega, dan profesi lain.
2. Keterampilan klinik dasar, melakukan prosedur klinis dalam menghadapi masalah kedokteran sesuai dengan kebutuhan pasien dan kewenangannya.
3. Keterampilan landasan ilimiah ilmu kedokteran, mengidentifikasi, menjelaskan, dan merancang penyelesaian masalah kesehatan secara ilmiah menurut ilmu kedokteran-kesehatan mutakhir untuk mendapat hasil yang optimum.
4. Keterampilan pengelolaan masalah kesehatan, mengelola masalah kesehatan individu, keluarga, maupun masyarakat secara komprehensif, holistik, bersinambung, koordinatif, dan kolaboratif dalam konteks pelayanan kesehatan primer.
5. Keterampilan mengelola informasi, mengakses, mengelola, menilai secara kritis kesahihan dan kemamputerapan informasi untuk menjelaskan dan menyelesaikan masalah, atau mengambil keputusan dalam kaitan dengan pelayanan kesehatan di tingkat primer.
6. Mawas diri dan mengembangkan diri, melakukan praktik kedokteran dengan penuh kesadaran atas kemampuan dan keterbatasannya; mengatasi masalah emosional, personal, kesehatan, dan kesejahteraan yang dapat mempengaruhi kemampuan profesinya; belajar sepanjang hayat; merencanakan, menerapkan, dan memantau perkembangan profesi secara sinambung.
7. Menjunjung tinggi etika, moral, medikolegal dan profesionalisme serta keselamatan pasien, berprilaku profesional dalam praktik kedokteran serta mendukung kebijakan kesehatan; bermoral dan beretika serta memahami isu etik maupun aspek medikolegal dalam praktik kedokteran; menerapkan program keselamatan pasien.
JURNALIS
Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/ dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet.Seorang jurnalis tak hanya harus mampu merangkai kata-kata indah,
tetapi dituntut untuk menguasai pengetahuan dalam segala bidang dan kemampuan berteknologi.
Kemampuan-kemampuan di luar tulis-menulis itulah yang harus diperlukan.
Agar jurnalis sebagai penyampai pesan mampu menyampaikan pesan tersebut dengan baik dan benar.Tetapi nyatanya, tak semua jurnalis dapat mumpuni dalam segala keahlian. Padahal jika merunut pada perkembangan teknologi dan komunikasi dewasa ini, seorang jurnalis dituntut untuk menguasai hal-hal tersebut.Tidak hanya jurnalis cetak dan elektronik, jurnalis generasi baru yakni jurnalis online pun perlu memiliki keahlian-keahlian serupa sebagai penunjang profesi.
Kemampuan yang harus dimiliki oleh seroang jurnalis :
1. Writing dan Edting Scripts, Jurnalis harus mampu menulis dan mengedit suatu naskah pemberitaan.
2. Project Managemet, Sebagai seorang jurnalis harus mampu mengatur redaksi pers, seperti : jadwal liputan dll.
3. Blogging, Seorang jurnalis harus menguasai teknik blogging, bagi jurnalis online teknik blogging salah satu hal yang paling penting.
4. User interface desaign/photo shooting, Penguasaan teknologi keahlian paling penting bagi jurnalis. Seperti : mampu mendesain dan produksi foto dan gambar.
5. Video Production, Jurnalis pun perlu penguasaan terhadap produksi video
6. Staff Organization/Adiministration, Kesekretariatan atau persuratan hal lain yang perlu dikuasai jurnalis.
7. Story Combaining, Mampu meringkas naskah cerita, berita dllnya.
8. Reporting and Writing Original Story, Karya jurnalistik seorang jurnalis, harus asli tidak boleh melakukan plagiat.
9. Photo/Image Editing, Jurnalis perlu menguasai teknik pengeditan foto dan gambar.

Karni Ilyas merupakan salah satu jurnalis dan presenter yang cukup terkenal di Indonesia.
SEKRETARIS
Sekretaris adalah sebuah profesi administratif yang bersifat asisten atau mendukung. Gelar ini merujuk kepada sebuah pekerja kantor yang tugasnya ialah melaksanakan perkerjaan rutin, tugas-tugas administratif, atau tugas-tugas pribadi dari atasannya. Pekerja atau karyawan ini biasanya melakukan tugas-tugas seperti mengetik, penggunaan komputer, dan pengaturan agenda. Mereka biasanya bekerja di belakang meja. Sebagian besar sekretaris adalah wanita.Di dunia kerja saat ini ada lagi profesi yang merupakan perkembangan dari sekretaris yaitu asisten pribadi (PA atau Personal Assistant). Perbedaan dari PA dan sekretaris adalah PA lebih bertanggung jawab untuk satu orang saja, dalam hal ini eksekutif atau bos yang mempekerjakan dirinya. Sedangkan sekretaris lebih bertanggung jawab kepada perusahaan secara umum.
Namun di beberapa perusahaan, tentu saja hampir tidak ada perbedaan di antara sekretaris dan PA. Seperti contohnya di Indonesia, umumnya sudah menjadi kebiasaan bila sekretaris kadang juga membantu hal-hal personal dari si bos yang berhubungan dengan kerja. Lain halnya misalnya di Hongkong contohnya di mana dunia kerja di sana lebih profesional. Perbedaan antara PA dan sekretaris ini sangat kentara.Sekretaris identik pula dengan mode dan gaya dalam berbusana ke kantor. Sudah menjadi rahasia umum bila sekretaris mempunyai tampilan yang menarik sebagai citra dari atasan yang diwakilinya.
Namun di beberapa perusahaan, tentu saja hampir tidak ada perbedaan di antara sekretaris dan PA. Seperti contohnya di Indonesia, umumnya sudah menjadi kebiasaan bila sekretaris kadang juga membantu hal-hal personal dari si bos yang berhubungan dengan kerja. Lain halnya misalnya di Hongkong contohnya di mana dunia kerja di sana lebih profesional. Perbedaan antara PA dan sekretaris ini sangat kentara.Sekretaris identik pula dengan mode dan gaya dalam berbusana ke kantor. Sudah menjadi rahasia umum bila sekretaris mempunyai tampilan yang menarik sebagai citra dari atasan yang diwakilinya.
Kompetensi yang harus dimiliki sekretaris :
1. Keterampilan berkomunikasi, baik komunikasi pada pimpinannya, staff lainnya di dalam perusahaan,
maupun pihak eksternal perusahaan. Komunikasi juga berarti luas, yaitu
komunikasi lisan (tatap muka maupun via telepon) public speaking, hingga
tulisan (surat-menyurat).
Dalam banyak kesempatan, sekretaris bahkan bisa mewakili bosnya untuk menghadiri sebuah rapat penting. Keterampilan berkomunikasi juga berhubungan dengan keterampilan membawa diri dalam pergaulan yang berkaitan dengan urusan pekerjaan.
Dalam banyak kesempatan, sekretaris bahkan bisa mewakili bosnya untuk menghadiri sebuah rapat penting. Keterampilan berkomunikasi juga berhubungan dengan keterampilan membawa diri dalam pergaulan yang berkaitan dengan urusan pekerjaan.
2. Keterampilan komputer, ini adalah keterampilan dasar yang mutlak. Komputer bukan hanya untuk
membuat surat, tetapi kini juga untuk aktivitas komunikasi seperti YM,
teleconference, dan lainnya.
3. Keterampilan berpenampilan, penampilan sangat penting.
Penampilan yang bagus tidak harus berarti ia memiliki kecantikan di atas
rata-rata. Tetapi yang lebih penting adalah bisa memilih penampilan
yang cocok dan mencerminkan siapa dirinya. Sekretaris tidak harus mengenakan rok pendek atau bersepatu hak tinggi,
atau make up tebal. Ia bisa juga mengenakan celana panjang, blazer,
sepatu hak rendah, atau bahkan berkerudung sekalipun. Namun semuanya
harus cocok dan disesuaikan dengan lingkungan serta forumnya. Bahasa
awamnya, asal “tidak malu-maluin”.
4. Keterampilan manajemen, karena ia bertanggung jawab agar tugas bosnya berjalan efektif, ia pun
harus tahu bagaimana seorang pemimpin bisa efektif dalam bekerja.
Keterampilan manajemen meliputi manajemen bisnis, manajemen perusahaan,
dan tentu saja yang mendasar adalah manajemen waktu. Baik bagi dirinya
sendiri maupun bagi sang pimpinan.
Penulis adalah sebutan bagi orang yang melakukan pekerjaan menulis, atau menciptakan suatu karya tulis.Menulis adalah kegiatan membuat huruf (angka) menggunakan alat tulis di suatu sarana atau media penulisan, mengungkapkan ide, pikiran, perasaan melalui kegiatan menulis, atau menciptakan suatu karangan dalam bentuk tulisan.Karya tulis bisa berupa karya tulis ilmiah: penelitian, makalah, jurnal; tulisan jurnalistik:artikel, opini, feature; sastra atau fiksi (termasuk prosa, novel, cerpen, puisi). Format tulisan penerbit berupa media cetak:buku, majalah, tabloid, koran; media on-line/internet: (website, blog; media jejaring sosial: facebook, twitter, google plus dan sebagainya.Padanan istilah penulis adalah pengarang, penggubah, prosais, pujangga, sastrawan. Berpadan kata pula dengan pencatat, carik (Jawa), dabir (arkais), juru tulis, katib (Arab), kerani, klerek (arkais), panitera, sekretaris, setia usaha. Pelukis dan penggambar kadangkala juga dimasukkan sebagai padan kata penulis.
Kompetensi dasar yang harus dimiliki seorang penulis:
1. Kemampuan keilmuan, artinya penulis harus menguasai disiplin ilmu yang menjadi landasan penulisan.
2. Kekayaan wawasan, artinya ia harus mempunyai pengetahuan penyangga yang bersifat multi disiplin. Hal ini akan terkait dengan pengembangan visi tulisan,hubungan antarfenomena yang bersifat multi disiplin, dan pengayaan terhadap perspektif persoalan yang sedang ditullis.
3. Kepekaan terhadap pengembangan persoalan, yaitu kemampuan penulis dalam membaca perkembangan persoalan yang ditulis, terutama yang menyangkut perspektif kekinian (baca:aktualisasi) dan predisinya pada masa yang akan datang. Kepekaan ini umumnya terkait langsung dengan pengalaman dan intuisi.
4. Kemampuan mengembangkan argumentasi, yakni kemampuan mengembangkan wacana yang berdasar pada daya kritis dan logika yang bertujuan untuk mempengaruhi sikap dan pendapat orang lain.
5. Memiliki konsistensi pemikiran, yakni penulis harus mampu mengendalikan persoalan yang dibahas dalam batas yang telah ditentukan atau yang difokuskan. Hal ini terkait dengan konsistensi pengebangan persoalan, pengumpulan bukti-bukti yang dijadikan landasan teori yang digunakan. Dengan demikian, alur pengkajian tidak akan berkembang keluar jalur yang telah dirumuskan. Yang terpenting adalah mengusahakan agar semua evidensi yang dijadikan landasan argumentasi memiliki keterkaitan satu sama lainya, saling menopang serta memperkuat.
6. Kemampuan untuk menciptakan koherensi, yakni semua fekta dan evidensi harus koheren dengan pengalaman-pengalaman manusia atau pandangan dan sikap yang berlaku.
7. Kemampuan dalam berbahasa akademik, yakni penguasaan kaidah bahasa Indonesia yang meliputi tata bahasa (struktur), diksi, ejaan dan aplikasinya dalam tulisan (dan juga forum ilmiah) agar gagasan yang disampaikan dalam tulisannya sesuai dengan dimaksudkannya dan dapat dipahami oleh pembaca dengan benar.
J.K Rowling adalah salah satu penulis terkenal di dunia saat ini dengan salah satu novelnya yang berjudul Harry Potter.





ConversionConversion EmoticonEmoticon